Laman

Kamis, 14 April 2011

paaradise ranch 4 part 1

Buad yang pertama...  aku bakalan ngasih tentang sinopsis paradise ranch episode 4 part 1 !!
Semoga yang ngebaca suka... !!! ^_^

DETAIL
  • Title: 파라다이스 목장 / Paradise Mokjang
  • Also known as: Paradise Farm, Paradise Meadow
  • Genre: Romance, drama
  • Episodes: 16
  • Broadcast network: SBS
  • Broadcast period: 2011-Jan-24 to 2011-Mar-15
  • Air time: Monday & Tuesday 20:55 
SYNOPSYS

Dong Joo and Da Ji were once desperately in love and married at 19 after struggling to convince their parents, but they had divorced after a mere six months. Six years later, they meet coincidentally at a horse auction in Australia and discover that their feelings for each other are still very much alive. 

CAST
Extended Cast
Prodaction Credit


PARADISE RANCH

EPISODE 4 part 1....


Dong Joo, Da Ji, Yun Ho dan Jin Young pun makan siang bersama dan terlihat suasana yang kaku di antara mereka. Yun Ho berusaha mencarikan suasana dengan mengatakan bahwa dia mengenal Jin Young karena mereka berada di Universitas yang sama saat berada di Amerika. Dong Joo terlihat kebingungan dan Jin Young pun kemudian menjelaskan, "Ah aku belum menceritakan padamu hal ini. Sebelum aku pergi ke Prancis, aku belajar Ekonomi.Ya walaupun hanya mendapatkan beberapa ilmu dasar saja." Dong Joo berkomentar pelan, "Oh begitu kah?" Yun Ho kembali memuji Jin Young, "Orang yang belajar Ekonomi seharusnya bisa mengerti bisnis juga. Aku pikir hasilnya akan biasa saja, namun ternyata proposal yang dia buat untuk Resort ini cukup bagus." Dong Joo kesal karena Yun Ho seolah-olah mengetahui banyak tentang Jin Young maknaya dia berkata, "Dia memiliki kemampuan. Bahkan bukankah dia memenangkan kompetisi design di Amerika?" Jin Young hanya tersenyum malu.

Da Ji melihat penampilan Jin Young yang modis dan dia pun menjadi merasa minder. Jin Young menatap wajah Da Ji dan dia mengingat bahwa mereka sebelumnya pernah bertemu, "Ah bukankah kita pernah bertemu?" Dong Joo panik dan berusaha memberikan kode pada Da Ji agar tidak mengatakan apapun namun sayangnya Jin Young lah yang mengingat pertemuannya dengan Da Ji itu, "Ah benar. Kita bertemu di kamar hotelnya Dong Joo kan?" Dong Joo berusaha berbohong namun Da Ji cepat-cepat memotong ucapan Dong Joo, "Ah kami teman di SD. Aku datang menghampirinya untuk meminta dia membantuku membeli kuda tapi dia tidak membantuku." Yun Ho tersenyum mendengar kepolosan ucapan Da Ji itu. Sementara Dong Joo benar-benar kesal.

Jin Young lalu bertanya pada Da Ji, "Da Ji ssi... Yun Ho Oppa itu Playboy." Da Ji berkomentar, "Aku tau." Da Ji menutup mulutnya karena dia lagi-lagi salah berbicara. Yun Ho tersenyum dan berkata, "Dia sudah tau bahwa aku playboy." Da Ji kebingungan dan mencoba menjelaskan apa maksud ucapannya, "Ah bukan seperti itu... Maksudku adalah dia terlihat menarik dan memiliki sopan santun yang bisa menarik perhatian wanita. Itu yang aku maksudkan." Da Ji salah tingkah dan ingin minum namun air di gelasnya sudah habis dan akhirnya Yun Ho memberikan air di gelasnya itu pada Da Ji sambil berbisik, "Terima kaish karena telah berfikir seperti itu mengenai aku." Dong Joo terus menerus menatap Da Ji dengan kesal.

Yun Ho berkata, "Ah kau membawa Designer yang terkenal(Jin Young) itu artinya kita harus mengeluarkan banyak uang." Dong Joo berkomentar, "Aku bisa membayarnya." Ucapan Dong Joo ini tentu tidak mengenakkan bagi Jin Young.

Da Ji keluar dari kamarnya dan membawa beberapa pakaian kotor, Dia melihat Dong Joo yang sedang duduk di ruang tengah, "Kau tau kan bahwa pacarmu sedang ada di Pulau ini. Lalu mengapa kau tetap tinggal disini? Ah bawa pakaian kotormu. Jadi aku bisa mencucinya." Dong Joo kesal dan marah pada Da Ji, "Mengapa kau harus mencuci pakaianku? Apakah kau ini istriku hah?" Da Ji balas marah pada Dong Joo, "Lalu apa yang akan kau lakukan dengan baju, pakaian dalam dan kaus kaki kotormu hah?" Dong Joo menjawab, "Aku yang akan mengurusnya sendiri!! Jangan pernah masuk ke kamarku!!" Da Ji sudah habis kesabarannya, "Kau mengapa terus membentakku hah??"

Dong Joo memelankan nada bicaranya dan bertanya, "Kau sudah tau bahwa di playboy. Lalu mengapa kau masih tetap bersamanya?" Da Ji memanfaatkan hal ini untuk balas membentak Dong Joo, "Apakah kau ini suamiku hah? Aku sudah lama ingin mengatakan hal ini.... Mengapa kau memperlakukan aku ini seperti seorang istri yang berselingkuh? Tidak peduli apakah aku sedang berpacaran dengan seseorang atau tidak, Apakah aku harus meminta izinmu hah?" Dong Joo bertanya kesal, "Siapa yang mengatakan bahwa kau membutuhkan izinku?" Da Ji menjawabnya sambil berteriak, "Kau itu bersikap seperti itu!!!"

Dong Joo memejamkan matanya untuk menenangkan diri dan berkata, "Kau kapan akan menyelesaikan surat persetujuan itu? Cepet selesaikan itu sehingga kita tidak perlu bertemu kembali!" Dong Joo langsung meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya dan Da Ji pun mengomel kesal.


Da Ji pergi keluar rumah untuk mencuci baju. Dia mencuci baju sambil terus mengomel kesal, "Huh pada saat ada sesuatu yang tidak menguntungkanmu maka kau akan mulai mengancamku... Huh aku tidak akan membiarkan hal ini." Da Ji fokus pada baju yang di cucuinya dan dia melihat bahwa yang di cucinya itu adalah baju Dong Joo, "Huh ini baru setengah hari berlalu tapi dia sudah memberikan pakainnya untuk di cuci. Tunggu... Dia sudah berada disini selama 4 hari dan Bagaimana mungkin dia hanya mempunyai 2 pakaian dalam? Dia menggunakan pakaian dalam setiap 2 hari sekali dan mengganti pakaiannya setiap hari? Apakah penampilan luar itu lebih penting? Asihhhh mengapa dia begitu jorok!!"

Da Eun baru pulang sekolah dan dia melihat Da Ji sedang memegang pakaian dalam laki-laki, "Loh itu pakaian dalam siapa? Kau mencucikan pakaian dalam mantan suamimu?" Da Ji tersenyum malu. Da Eun melihat pakaian dalam Dong Joo dan berkomentar, "Hmm sepertinya sangat mahal. Tapi mengapa dia menggunakan boxer yang hanya paman-paman pakai?" Da Ji menjawab, "Hmm itu... Dia tidak memakai celana dalam. Dia tidak suka itu." Da Eun kesal dan berkata, "Huh sepertinya kau mengetahui banyak hal tentang dia ya!!" Da Ji hanya tersenyum.


Dong Joo berada di ruang kerjanya bersama dengan Asistennya. Dong Joo berkata, "Untuk Tim Interior Design(Jin Young) tolong disiapkan resort yang terbaik untuk mereka dengan pencahayaan yang natural. Dan pesankan kursi yang berkualitas terbaik karena mereka pasti menghabiskan banyak waktu di ruangan mereka." Asisten Dong Joo mencatat semua permintaan Dong Joo dan bertanya, "Berapa lama aku harus menyiapkannya?" Dong Joo menjawab, "Besok." Asisten Dong Joo bertanya kembali, "Ah Direktur besok ada pertemuan di kapal pesiar apakah mau ikut?" Dong Joo tidak menjawabnya dan pergi begitu saja. Asisten Dong Joo pun mengeluh, "Huh mengapa dia begitu mempedulikan wanita itu??"


Jin Young pergi berkeliling di Resort bersama dengan temannya. Temannya Jin Young mengeluh dan meminta agar mereka beristirahat sebentar. Namun Jin Young tidak mempedulikannya. Di depan pintu, Jin Young melihat kedatangan Yun Ho dan akhirnya dia memutuskan untuk beristirahat sebentar.


Jin Young pun mengobrol bersama Yun Ho di luar Resort. Jin Young berkata, "Hmm ini belum lama sejak kau bercerai dan kau sudah memiliki kekasih baru?" Yun Ho tersenyum mendengar ucapan Jin Young itu, "Mengapa kau peduli jika aku memiliki kekasih hah?" Jin Young menjawab, "Karena aku peduli jadi aku mendengar. Bukankah kita sudah membicarakan masalah pernikahan Oppa pada saat itu? Bahwa aku akan menunggumu hingga bercerai. " Yun Ho menatap Jin Young dan berkomentar, "Lelucon itu tidak memiliki arti lagi sekarang ini." Jin Young balas menatap Yun Ho dan menjawab, "Ini bukan lelucon. Kita berpacaran saat kuliah di luar negeri dan aku pikir aku ini keras kepala. Bagaimanapun juga Oppa tidak mendukungku. Mengapa disini? Pertemuan ini begitu tidak terlupakan."

Yun Ho masih terus menatap Jin Young dan Jin Young berkomentar, "Jangan menatapku dengan wajah penuh rasa kasihan begitu. Aku lebih senang saat beberapa tahun lalu kau menatapku dengan nyaman dan melindungiku." Yun Ho terdiam tidak berkomentar apa-apa. (Omo Yun Ho udah bercerai???? Dan Yun Ho pernah pacaran sama Jin Young???? Makin complicated aja ya.)


Da Ji datang ke Restaurat milik Ahjumma untuk menerima gajihnya karena selama ini dia bekerja paruh waktu di tempat itu. Ahjumma berkata, "Kau pasti sibuk karena peternakan dan mengapa kau tetap mengambil banyak kerja sambilan? Jangan sampai sakit." Da Ji tersenyum dan menjawab, "Aku sangat sehat. Lagi pula aku membutuhkan uang." Ahjumma lalu berkata, "Da Ji apa kau membutuhkan uang tunjangan? Kau bahkan tidak menerima satu sen pun dari perceraianmu." Ahjussi berkomentar pada Ahjumma, "Huh kau pikir bahwa Da Ji ini sepertimu apa?"

Ahjumma lalu berkata pada Da Ji, "Da Ji... Dahulu kau dan Dong Joo itu tidak terpisahkan. Dan sekarang kalian tinggal di tempat yang sama, Apakah kau merasa hatimu menjadi dag dig dug kembali? Perasaan itu pasti tumbuh lagi." Da Ji kaget mendengarnya, "Tidak! Tidak akan pernah!! Perasaan seperti itu tidak akan terjadi!!"


Yun Ho sedang lari pagi bersama dengan Asistennya. Yun Ho bertanya, "Siapa saja yang akan datang pada acara di kapal?" Asisten Yun Ho menjawab, "Direktur Shen, Insinyur dan 2 orang lainnya. Acara itu akan selesai jam 6. Direktur Yang pun akan datang. Apakah kita harus membawa proposal Direktur Yang?" Yun Ho menjawab, "Tidak. Hubungi saja perusahaan dan pastikan Direktur Yang menerima proposal dari FRIENDS(Nama perusahaan milik Yun Ho.) Ah ya jam berapa sekarang?" Asistennya menjawab, "Jam 8." Yun Ho tersenyum dan kemudian berlari meninggalkan asistennya.


Da Ji sedang berada di peternakan kuda Yun Ho. Seorang karyawan bertanya pada Da Ji, "Kau ini adalah dokter hewan, namun kau tidak berani mengambil darah kuda?" Da Ji terlihat panik, "Itu karena... Saat aku bekerja di rumah sakit hewan, kuda yang sedang di ambil darahnya itu bergerak dan pada akhirnya kuda itu mati. Sejak saat itu aku phobia untuk mengambil darah kuda." Karyawan itu kaget dan mengambil alih suntikan di tangan Da Ji, "Kalau begitu kau cepat bersihkan kotoran kuda saja!!" Yun Ho datang dan berkata, "Bagaimanapun juga kau harus bisa melakukannya."

Da Ji kembali memegang suntikan dan bersiap mengambil darah kuda. Namun dia tidak berani, "Aku tidak bisa melakukan semua ini Ahjusshi. Bagaimana jika terjadi sesuatu..." Yun Ho tes=rsenyum dan terus mendukung Da Ji, "Cobalah kembali. Kau akan melakukannya dengan lebih baik. Jangan ketakutan. Cukup pikirkan dirimu dan kuda yang ada di depanmu. Dokter hewan Lee Da Ji, apakah kau siap?" Da Ji menatap kuda itu dan berbicara pada dirinya sendiri, "Baiklah pertama temukan pembuluh darah vena di lehernya. Lalu miringkan jarum seperti posisi 45 derajat... Kemudian ambil darahnya. Jika sudutnya terlalu lebar atau jarumnya itu terlalu dalam maka itu akan menyakitkan kuda."

Da Ji berhasil menusukan jarum itu kepada pembuluh vena kuda dan mengambil darah kudanya. Da Ji sangat senang dan menunjukannya pada Yun Ho, "Ini sudah selesai Ahjussi." Yun Ho tersenyum melihat kegembiraan Da Ji itu. Da Ji melihat penampilan Yun Ho yang memakai pakaian olah raga dan dia berkomentar, "Pakaian olah raga itu sangat cocok untukmu." Yun Ho tersenyum dan membalas ucapan Da Ji, "Aku tetap tampan tidak peduli apapun yang aku pakai."


Dong Joo datang ke ruangannya Jin Young dan melihat bahwa Jin Young sedang sibuk memindahkan kursi. Dong Joo berkata, "Ya jangan memindahkan benda seberat ini. Kau bisa terluka." Jin Young justru malah meminta Dong Joo membantunya, "Apa yang sedang kau lakukan? Cepat bantu aku." Dong Joo kebingungan namun pada akhirnya dia membantu Jin Young memindahkan kursi itu. Dong Joo menatap ruang kerja itu dan berkomentar, "Bukankah ruangan ini terlalu kecil?" Jin Young menjawab, "Tapi sangat nyaman." Dong Joo tersenyum dan bertanya, "Apa ada sesuatu yang kau inginkan? Katakan saja padaku." Jin Young menjawab, "Kalau begitu ajak aku untuk makan siang di kapal. Aku harus melihat gaya kapal untuk menyelesaikannya. Dong Joo bingung, "Hmm makan siang di kapal?" Jin Young bertanya, "Apakah kau tidak akan pergi kesana?" Dong Joo menjawab dengan cepat, "Oh itu... Pergi. Ya aku akan pergi makan siang di kapal itu."


Da Ji berjalan keluar dari Resort sambil terus tersenyum. Saat berjalan pergi, dia mendengar ada suara pembicaraan Asisten Dong Joo dengan pihak catering di kapal itu. Asisten Dong Jo berkata, "Bagaimana ini?? Apakah tidak ada waitress?" Pihak catering menjawab, "Kami sudah mengubungi agensi untuk para pekerja part time dan mereka akan segera datang." Da Ji tiba-tiba menghampiri mereka dan berkata, "Aku pernah menjadi waitress untuk 3 tahun di bar. Aku akan melakukannya. Aku akan melakukannya dengan baik."


Dong Joo berjalan menuju kapal bersama dengan Jin Young. Dong Joo bertanya, "Apa ada sesuatu yang kau inginkan kembali?" Jin Young menjawab, "Kau sudah sangat membantuku. Aku tidak tau bagaimana cara membalas kebaikanmu ini."


Di dalam kapal itu ada Yun Ho yang sedang mengobrol dengan seseorang dari sebuah perusahaan asing. Dong Joo yang duduk di depan mereka itu pun terlihat kesal dan mencibir Yun Ho. Asisten Dong Joo bertanya, "Apakah kau mengerti bahasa inggris?" Dong Joo menatap asistennya dengan tajam dan itu membuat asistennya terdiam.


Da Ji tiba-tiba datang ke ruangan di kapan itu dengan menggunakan seragam pelayan dan membawa minuman. Dong Joo tentu kaget melihatnya. Lalu Asistennya membisikan sesuatu pada Dong Joo, "Ah temanmu itu bilang bahwa dia telah menjadi waitress selama 3 tahun." Yun Ho yang melihat kedatangan Da Ji juga sama terkejutnya namun dia hanya tersenyum menatap Da Ji dan melanjutkan membicarakan bisnis.


Da Ji sedang berdiri menatap pamandangan dari kapal dan dia terkejut melihat kehadiran Dong Joo. Dong Joo melihat penampilan Da Ji dan bertanya, "Apa yang kau lakukan disini?" Da Ji menjawab, "Bekerja." Dong Joo berkata kembali, "Mengapa kau bekerja disini hah? Berputarlah... Dengan sepatu dan pakaian itu tidak pantas denganmu. Apakah kau melakukan apapun demi uang? Huh aku merasa terhina karenamu." Da Ji kaget mendengarnya, "Hah? Kenapa merasa terhina karena aku? Apa hubungan yang kita punya hah?? Jika aku ingin mengembalikan uang 30.000.000 won(Uang peternakan) itu padamu maka aku harus bekerja keras. Jadi tolong tidak usah mempedulikan apa pekerjaan yang aku lakukan. Aku sangat sibuk jadi aku akan pergi duluan."

Da Ji berjalan dengan penuh percaya diri meninggalkan Dong Joo. Namun sayangnya Da Ji terpeleset karena tidak biasa menggunakan sepatu hak tinggi dan rambut Da Ji menyangkut di ikat pinggangnya Dong Joo. Dong Joo tentu kaget sekali, apalagi Da Ji memegang daerahnya saat berusaha melepaskan rambutnya yang menyangkut itu,"YA!! Kemana kau menyentuh hah??" Da Ji merasa malu, "Ah maaf... maaf..." Dong Joo berusaha melepaskan rambut Da Ji yang menyangkut di ikat pinggangnya, "Jangan gerakan kepalamu. Apakah kau gila?? Huh jika aku bersamamu maka aku tidak pernah mendaptkan hal yang baik." Dong Joo berusaha melepaskan rambut Da Ji itu dengan kasar dan membuat Da Ji berteriak kesakitan, "Aw sakit sekali!! Kau melakukannya dengan sengaja kan? Ini sakit!!!"


Jin Young datang dan kaget saat melihat posisi yang tidak mengenakkan antara Dong Joo dan Da Ji, "Apa yang sedang kalian lakukan?" Dong Joo dan Da Ji pun sama kagetnya melihat kedatangan Jin Young.

Jin Young pun membantu untuk melepaskan rambut Da Ji yang tersangkut di ikat pinggang Dong Joo. Jin Young berkomentar, "Jika orang-orang melihat ini maka mereka pasti akan salah paham." Da Ji dan Dong Joo sama-sama tersenyum malu.


Akhirnya rambut Da Ji bisa terlepas dari ikat pingangganya Dong Joo. Da Ji pergi ke dek bawah kapal dan melihat Yun Ho dari arah kejauhan. Da Ji berkomentar, "Ah benar-benar terlalu tampan untuk dikatakan." Da Ji mengeluarkan HPnya dan mencoba Mengambil foto Yun Ho. Jin Young datang dan berkata, "Sebaiknya gunakan kamera ini." Da Ji kaget dan langsung tersenyum, "Ah tidak perlu." Jin Young bertanya, "Apakah kepalamu baik-baik saja?" Da Ji memegang kepalanya dan tersenyum, "Ya terima kasih. Ah kamera itu terlihat bagus. Adik perempuanku sangat senang mengambil foto." Jin Young tersenyum mendengr komentar itu. Jin Young menatap Yun Ho dari jauh dan bertanya pada Da Ji, "Apakah Oppa sangat baik padamu?" Da Ji menjawab, "Hmm ya."

Seorang kepala pelayan lewat di dekat Jin Young dan Da Ji, Jin Young lalu meminta segelas minum pada kepala pelayan itu. Kepala pelayan itu menatap sinis pada Da Ji sehingga dengan cepat Da Ji menjawab, "Itu tugasku jadi aku akan mengambilnya untukmu." Da Ji berjalan dan tiba-tiba terpeleset. Pada saat itu Da Ji sedang memegang kamera milik Jin Young sehingga kamera itu pun terjatuh. Da Ji sangat kaget melihatnya.


Suara kamera yang terjatuh itu terdengar hingga ruangan Yun Ho dan Yun Ho pun terlihat khawatir. Jin Young bilang pada Da Ji bahwa tidak apa-apa. Dong Joo datang dan merebut kamera Jin Young itu dari tangan Da Ji, "Apakah foto-foto kemarin ada di dalam sini?" Jin Young menjawab, "Tidak. Ini tidak apa-apa ko. " Da Ji berkata pada Jin Young, "Biar aku saja yang memperbaikinya." Namun Dong Joo dengan cepat membentak Da Ji, "Lupakan hal itu!!!"


Kapal laut itu menepi di dermaga. Jin Young dan Dong Joo turun dari kapal dan terlihat bahwa Dong Joo sangat menjaga Jin Young. Da Ji yang melihat hal itu pun berkomentar, "Dia begitu kejam padaku tapi begitu lembut padanya." Da Ji lalu melihat Yun Ho yang juga pergi dengan beberapa orang drai perusahaan. Da Ji sedih melihat hal itu, "Aish Ahjusshi juga pergi..." Kepala pelayan lalu berkata pada Da Ji, "Sebagai pekerja paruh waktu maka kau harus membersihkan dulu semuanya sebelum pergi." Da Ji menjawab, "Ya baiklah..."


Dong Joo pergi ke sebuah toko kamera bersama dengan Jin Young. Jin Young duduk santai sementara Dong Joo terlihat berusaha menjelaskan masalah yang terjadi si karyawan toko. Jin Young yang melihat sikap Dong Joo pun tersenyum.


Da Ji masih berada di dalam kapal sambil mencuci piring.Da Ji mengeluarkan sebuah amplop dari dalam sakunya dan berkomentar, "Tidak peduli bagaimanapun juga untuk mendapatkan 50.000 won dalam waktu yang sebentar ini tidak terlalu buruk." Da Ji mencium amlop itu dan memasukannya kedalam saku. Yun Ho datang dan bertanya, "Wow kau mendapatkan banyak uang." Da Ji kaget melihatnya, "Kapan kau datang?" Yun Ho tidak menjawabnya dan langsung berjalan ke samping Da Ji. Yun Ho melihat banyak piring yang harus di cuci lalu berkomentar, "Hmm untuk membereskan ini semua mungkin membutuhkan waktu 1-2 jam. Berapa yang akan aku dapatkan jika aku membantumu?" Da Ji menjawab, "Huh apakah kau berusaha mengambil uang dari orang miskin? Banyak para atasan yang mengexploitasi para pekerjanya. Yang ini tidak boleh terjadi." Yun Ho tersenyum dan berkata, "Kalau begitu mari selesaikan ini semua."

Yun Ho melepaskan jasnya dan mulai membantu Da Ji mencuci piring. Bahkan mereka berdua pun bercanda bersama. Selesai mencuci piring kemudian mereka berdua mengepel lantai kapal. Da Ji memainkan alat pel itu sebagai gitar dan dia berkata pada Yun Ho, "Ahjusshi kau harus mencoba melakukan hal ini juga." Yun Ho berkomentar, "Aku tidak bisa melakukannya." Namun Yun Ho mencoba hal tersebut dan Da Ji tertawa, "Ahjusshi itu tidak cocok untukmu. Kau harus menggerakan kepalamu juga." Yun Ho mencobanya kembali dan tertawa.


Jin Young berjalan bersama dengan Dong Joo menuju Resort. Jin Young berkta, "Kau orang yang sangat praktis. Saat kau merindukanku, kau akan kembali berjalan-jalan bersamaku. Kau bahkan membereskan masalah kamera. Pikirkan lah hal ini, Kau terlihat paling banyak tersenyum saat kita bersama." Dong Joo tersenyum dan berkata, "Terima kasih. Terima kasih karena telah membawa kebahagiaan untukku." Jin Young terdiam dan berkata, "Dong Joo... Ayo kita berhenti berteman. Ayo berpacaran." Dong Joo kaget mendengarnya. Jin Young kemudian berkat akembali, "Ah maaf aku mengejutkanmu." Jin Young lalu berjalan meninggalkan Dong Joo yang masih kaget mendengar kata-kata Jin Young.



 

To Be Continue paradise ranch part 2.....
^Gomawoyo^...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar